Postingan

PENGALAMAN WAWANCARA BEASISWA AUSTRALIA AWARDS 2019

Gambar
                                   Halo, saya Nofi Hayatuddin, salah satu dari 250 penerima beasiswa Australia Awards (AAS) 2019. AAS ini sendiri adalah salah satu beasiswa bergengsi dari Pemerintah Australia dengan berbagai pilihan jurusan dan kampus, untuk Indonesia sendiri AAS mengutamakan pelamar dari  Geographic Focus Area  (Indonesia Timur + Aceh), wanita, disabilitas, ASN –untuk informasi lebih lengkap beasiswa ini bisa di cek langsung pada website Australia Awards atau Australia Award Indonesia. Saya sengaja menulis catatan ini sebagai pengingat hari-hari di mana kami bersusah payah mengikuti satu per satu tahapan beasiswa ini hingga bisa sampai ke tahap wawancara, jujur saja saya sangat menyakini bahwa jawaban yang saya beri saat diwawancarai tidak dapat memuaskan para profesor. Hehe. Bukan apa-apa, hanya s...

Novel punya jenis kelamin

⁣ Hari pertama masuk kantor pada 2019, saya dihadapkan komentar seksis seorang rekan kerja (selanjutnya disebut RK) dengan komentar "laki-laki tidak pantas membaca novel. Hanya perempuan yang harus baca novel." ⁣ ⁣ Kejadian ini berawal dari si RK yang saya cekcoki serial pertama Supernova-nya Dee Lestari, dengan memberi beberapa komentar provokatif super bagusnya Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh yang harus dibaca. ⁣ Sehari lalu, si RK dengan semangat menceritakan kesannya setelah menamatkan buku yang menurutnya "luar biasa banget". Kami berbincang panjang lebar tentang buku tersebut, lalu tercetuslah komentar di atas. Saya dengan wajah penuh tanda tanya ala komik Jepang langsung komentar "memangnya novel itu punya jenis kelamin ya? Ada dibagian mana ya? Saya kok tidak pernah melihat? Lalu kenapa yang jadi penulis banyak laki-laki ya? Anda sadar, pernyataan anda itu seksis?!" ⁣ Okeh, pemirsa jadi dari penggalan drama patriarki di atas, sesungguhnya mengga...