Postingan

Should a New Anti-Sexual Violence (RUU PKS) Bill be legalized in Indonesia?

Gambar
Ovy Hayatuddin (EAP 9M-2020)  *Published and presented for Australia Awards Scholarship Pre-Departure Training in Bali, September 2020 *Warning!! Typo, Grammatical Errors, appropriate language & vocabs The increasing number of sexual violence cases in Indonesia over the past decade has led to a desire to pass a new bill against sexual assault. Created by experts from the National Commission on Violence Against Women (KOMNAS Perempuan) in 2014, the first draft of a new Sexual Eradication bill was initially discussed by the Indonesian House of Representatives (DPR RI) in 2016. In the following year, after discussions between the DPR RI and the Ministry of Woman Empowerment & Child Protection, the draft was added to a list of national priorities. Although a new law was not legalized by DPR RI members (2014-2019), the issue of this law is still being debated up till now. Dasopang (as cited in Sari, 2019) says that there are three key reasons why this draft was rejected in 2...

Reformasi Protestan Dan Akar Kapitalisme (Telaah Kritis Pemikiran Weber & Dampaknya Terhadap Penjajahan Di Ternate)

    Adalah magnum opus dari Max Weber berjudul Etika Protestan dan Spririt Kapitalisme (Die Protestantische Ethik und der Geist des kapitalismus) yang banyak menjelaskan hubungan antara sekte Calvinis dari Protestan dan Kapitalisme. Kendati demikian, karya ini bukan satu-satunya karya Weber yang membahas tentang Protestanisme . Tulisan ini mungkin bagi sebagian orang tak lagi penting, sebab banyak sekali referensi terkait Protestan dan Kapitalisme yang beredar di masyarakat. Bagi saya tulisan ini bukan sekedar mencari hubungan keduanya, melainkan merekonstruksi kembali reformasi Protestan (prinsip dan sebab) serta perkembangan sekte-sekte dalam Protestan dan ajaran-ajarannya yang menumbuhkan semangat kerja keras, yang menjadi akar  Kapitalisme Sedikitnya, saya ingin turut berkontribusi dalam memahami kembali sejarah dunia dan menariknya dalam pemahaman konteks fakta lokal, seperti jejak-jejak penjajahan kaum Portugis dan Belanda yang tak pernah lepas dari semangat tiga G...

SAYA KE AUSTRALIA?? WAAH, HOAX!!

Gambar
  Oleh Nofi Hayatuddin  Kawan-kawan pernah dengar tentang Australia Awards? Belum pernah? Sebagian besar masyarakat Maluku Utara utamanya mahasiswa memang belum akrab dengan Australia Awards, termasuk saya. Pertama kali saya mengetahui tentang Australia Awards (selanjutnya akan disebut AAS) adalah melalui Harian Malut Post, yang pada awal tahun 2018 mempromosikan tentang beasiswa AAS berupa program ELTA. Nah, apa itu ELTA? Apa itu AAS? Apakah penerima beasiswa ini akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi S2 ke Australia? Beberapa topik tersebut akan saya bahas dalam tulisan ini. Australia Awards (AAS) adalah beasiswa internasional bergengsi yang didanai oleh Pemerintah Australia, yang menawarkan kesempatan pada generasi Indonesia untuk melanjutkan studi, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Program AAS di Indonesia sendiri dimaksudkan untuk melanjutkan program pemberian beasiswa dari Pemerintah Asutralia yang sudah dimulai sejak 60 tahun lalu. Salah satu...

SELF-ESTEEM. PENTINGKAH?

  Self-esteem, dalam bahasa Indonesia diartikan mencintai diri sendiri, adalah sebuah pencapaian tertinggi dari usaha untuk berdamai diri sendiri. Bukan hal gampang tentu saja, anda pertama-tama perlu menghadapi masalah, situasi ataupun kondisi apapun yang mempengaruhi kedamaian hidup (atau hati) anda. Seumpama lingkaran setan, masalah yang anda hadapi (mungkin saja) tidak hanya disebabkan oleh faktor tunggal. Untuk mengurainya tentu butuh waktu lama dan pendekatan berbeda. Marilah kita berbicara tentang “masalah” dalam konteks general, tidak hanya merujuk pada satu masalah tertentu, namun tentu saja merujuk pada masalah yang berpengaruh pada kesehatan mental anda, saya dan kita semua. Lalu pernahkah anda merasakan ‘overthinking’?   Bagi saya overthinking merujuk pada sebuah kondisi psikologis di mana pikiran kita berjelajah melampaui ruang dan waktu, bukan hanya merujuk pada “banyak pikiran” dalam bahasa Indonesia. Waktu-waktu tertentu seperti menjelang tidur atau saat sese...

BAPERIN RASULULLAH & AISYAH R.A (semoga tidak berdosa saya)

Bali, 08 April 2020 Berhari-hari melakukan physical distancing di rumah (baca ; kosan) di Sesetan, Bali benar-benar memunculkan –atau malah menumpulkan- segala kreativitas dan sense saya (tolong bagian ini jangan diseriusi, ini hanya sarkas wkwkw). Salah satu yang paling saya rasakan adalah perubahan suasana hati yang kadang membuat saya eustress, meski lebih banyak distress (astaga nulis apasih saya, jadi gila sendiri kan).  Kondisi pandemi yang sedang melanda dunia ini benar-benar bikin segala rutinitas jadi jungkir balik, meski saya amat bersyukur pada beberapa hal (rutinitas) yang berubah sementara ini (tapi salah satu yang ikut berubah adalah gaya menulis saya yang jadi alay, macam orang mau curhat dan tidak konsisten dalam pemilihan diksi). Sebenarnya saya memang benar mau curhat hehe, dikarenakan saya memang lagi baper. Iya baper banget, sama Rasulullah SAW dan Aisyah r.a. GARA-GARA LAGU. Astaga kemana saja saya selama ini, dengar kisah Rasulullah dari ja...

BOKI - PROLOG

Gambar
Biar ku kukisahkan padamu sebuah cerita. Tentang perempuan dan keelokan paras, tentang perempuan yang jinak namun menjilat. Sebab hidup tak melulu belajar tentang protes, kadang ia juga mengajarkan kita tentang kepatuhan atau pematuhan. Atau pemaksaan kehendak secara halus, dan hanya akan ada beberapa anak muda yang sadar yang mampu bersuara. "Siapa, nek?" suara gadis kecil memutus perkataan seorang perempuan senja yang duduk menimang kucing. Nenek menoleh dan didapatinya leher jenjang anak gadis yang menjulur dari pintu. Nenek mengangkat alis, di sana hanya ada warna perak yang mulai menipis. "Itu, siapa yang bersuara?" Nenek terdiam kelihatan menajamkan pendengaran, pada suara-suara di sekitar mereka, sekitar rumah mereka. Rumah ini sepi, ayah dari si anak gadis sedang melaut. "Tadi, saat nenek bilang ada beberapa anak muda yang bersuara. Siapa mereka?" Nenek tersenyum, kepalanya menunduk menatap kepala kucing ya...