Postingan

SAYA KE AUSTRALIA?? WAAH, HOAX!!

Gambar
  Oleh Nofi Hayatuddin  Kawan-kawan pernah dengar tentang Australia Awards? Belum pernah? Sebagian besar masyarakat Maluku Utara utamanya mahasiswa memang belum akrab dengan Australia Awards, termasuk saya. Pertama kali saya mengetahui tentang Australia Awards (selanjutnya akan disebut AAS) adalah melalui Harian Malut Post, yang pada awal tahun 2018 mempromosikan tentang beasiswa AAS berupa program ELTA. Nah, apa itu ELTA? Apa itu AAS? Apakah penerima beasiswa ini akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi S2 ke Australia? Beberapa topik tersebut akan saya bahas dalam tulisan ini. Australia Awards (AAS) adalah beasiswa internasional bergengsi yang didanai oleh Pemerintah Australia, yang menawarkan kesempatan pada generasi Indonesia untuk melanjutkan studi, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Program AAS di Indonesia sendiri dimaksudkan untuk melanjutkan program pemberian beasiswa dari Pemerintah Asutralia yang sudah dimulai sejak 60 tahun lalu. Salah satu...

SELF-ESTEEM. PENTINGKAH?

  Self-esteem, dalam bahasa Indonesia diartikan mencintai diri sendiri, adalah sebuah pencapaian tertinggi dari usaha untuk berdamai diri sendiri. Bukan hal gampang tentu saja, anda pertama-tama perlu menghadapi masalah, situasi ataupun kondisi apapun yang mempengaruhi kedamaian hidup (atau hati) anda. Seumpama lingkaran setan, masalah yang anda hadapi (mungkin saja) tidak hanya disebabkan oleh faktor tunggal. Untuk mengurainya tentu butuh waktu lama dan pendekatan berbeda. Marilah kita berbicara tentang “masalah” dalam konteks general, tidak hanya merujuk pada satu masalah tertentu, namun tentu saja merujuk pada masalah yang berpengaruh pada kesehatan mental anda, saya dan kita semua. Lalu pernahkah anda merasakan ‘overthinking’?   Bagi saya overthinking merujuk pada sebuah kondisi psikologis di mana pikiran kita berjelajah melampaui ruang dan waktu, bukan hanya merujuk pada “banyak pikiran” dalam bahasa Indonesia. Waktu-waktu tertentu seperti menjelang tidur atau saat sese...

BAPERIN RASULULLAH & AISYAH R.A (semoga tidak berdosa saya)

Bali, 08 April 2020 Berhari-hari melakukan physical distancing di rumah (baca ; kosan) di Sesetan, Bali benar-benar memunculkan –atau malah menumpulkan- segala kreativitas dan sense saya (tolong bagian ini jangan diseriusi, ini hanya sarkas wkwkw). Salah satu yang paling saya rasakan adalah perubahan suasana hati yang kadang membuat saya eustress, meski lebih banyak distress (astaga nulis apasih saya, jadi gila sendiri kan).  Kondisi pandemi yang sedang melanda dunia ini benar-benar bikin segala rutinitas jadi jungkir balik, meski saya amat bersyukur pada beberapa hal (rutinitas) yang berubah sementara ini (tapi salah satu yang ikut berubah adalah gaya menulis saya yang jadi alay, macam orang mau curhat dan tidak konsisten dalam pemilihan diksi). Sebenarnya saya memang benar mau curhat hehe, dikarenakan saya memang lagi baper. Iya baper banget, sama Rasulullah SAW dan Aisyah r.a. GARA-GARA LAGU. Astaga kemana saja saya selama ini, dengar kisah Rasulullah dari ja...

BOKI - PROLOG

Gambar
Biar ku kukisahkan padamu sebuah cerita. Tentang perempuan dan keelokan paras, tentang perempuan yang jinak namun menjilat. Sebab hidup tak melulu belajar tentang protes, kadang ia juga mengajarkan kita tentang kepatuhan atau pematuhan. Atau pemaksaan kehendak secara halus, dan hanya akan ada beberapa anak muda yang sadar yang mampu bersuara. "Siapa, nek?" suara gadis kecil memutus perkataan seorang perempuan senja yang duduk menimang kucing. Nenek menoleh dan didapatinya leher jenjang anak gadis yang menjulur dari pintu. Nenek mengangkat alis, di sana hanya ada warna perak yang mulai menipis. "Itu, siapa yang bersuara?" Nenek terdiam kelihatan menajamkan pendengaran, pada suara-suara di sekitar mereka, sekitar rumah mereka. Rumah ini sepi, ayah dari si anak gadis sedang melaut. "Tadi, saat nenek bilang ada beberapa anak muda yang bersuara. Siapa mereka?" Nenek tersenyum, kepalanya menunduk menatap kepala kucing ya...

Beasiswa, kerja dan feminisme (Realistis Mode On)

Gambar
Mari bercerita tentang kenapa saya menyebut-nyebut tentang hubungan pekerjaan dengan jurusan kuliah yang diinginkan jika berhasil kuliah di Australia. Sehari lalu, saya dan dua teman berkesempatan berbagi tentang beasiswa long term award Australia Awards Scholarship atau beasiswa untuk jangka panjang dari Pemerintah Australia, di salah satu radio milik negara di Ternate. Dalam sesi sapa pagi yang terselenggara setelah beberapa kali ganti jadwal karena menyesuaikan dengan jadwal radio tersebut, kami bahkan tidak melakukan breafing singkat seperti biasa yang dilakukan sebelum memulai sebuah acara. Kami diberi kesempatan berbagi cerita selama 45 menit -yang sudah termasuk selingan lagu & pengantar dari penyiar, jadi hitung saja sendiri berapa persen peluang setiap orang untuk menjawab pertanyaan penyiar dan pendengar radio dalam bentuk deskripsi yang rinci- tentang pengalaman mengikuti seleksi dan "perasaan" saat mendapat pengumuman kelulusan beasiswa tersebut beberapa...

PENGALAMAN WAWANCARA BEASISWA AUSTRALIA AWARDS 2019

Gambar
                                   Halo, saya Nofi Hayatuddin, salah satu dari 250 penerima beasiswa Australia Awards (AAS) 2019. AAS ini sendiri adalah salah satu beasiswa bergengsi dari Pemerintah Australia dengan berbagai pilihan jurusan dan kampus, untuk Indonesia sendiri AAS mengutamakan pelamar dari  Geographic Focus Area  (Indonesia Timur + Aceh), wanita, disabilitas, ASN –untuk informasi lebih lengkap beasiswa ini bisa di cek langsung pada website Australia Awards atau Australia Award Indonesia. Saya sengaja menulis catatan ini sebagai pengingat hari-hari di mana kami bersusah payah mengikuti satu per satu tahapan beasiswa ini hingga bisa sampai ke tahap wawancara, jujur saja saya sangat menyakini bahwa jawaban yang saya beri saat diwawancarai tidak dapat memuaskan para profesor. Hehe. Bukan apa-apa, hanya s...